Terapi untuk Kesehatan Psikologis

Terapi untuk Kesehatan Psikologis

17 Dec 2015   |   By Alfan Baedlowi   |   1292 Views

Coklatkita.com- Bunuh diri adalah hal yangs anag dilarang, bukan hanya oleh agama, tapi juga kehidupan bermasyarat, dan ternyata budaya bunuh diri bukan hanya banyak di Jepang, tapi juga di Korea. Tapi Korea mempunyai cara tersendiri dalam memberikan pengobatan kepada orang-orang yang ingin selalu bunuh diri.

Sebuah pengobatan baru untuk pasien bunuh diri di Korea Selatan, Terapi bernama "pengalaman kematian" ini nantinya akan membantu setiap orang agar dapat menghargai kehidupan yang lebih baik setelah menjalani simulasi untuk saat-saat terakhir mereka.

Banyak diketahui bahwa tingkat bunuh diri di Korea setiap tahunnya memang terus meningkat, bahkan sekitar 40 orang melakukan bunuh diri tiap harinya. Dilansir Odditycentral pada Senin (2/11/2015), Seoul Hyowon Healing Center menuturkan bahwa solusi untuk krisis ini adalah mengikuti terapi "pengalaman kematian."

Sobat Coklat harus tahu, bahwa dalam melakukan terapi, para peserta diwajibkan untuk memakai jubah putih dan duduk di dalam peti mati. Di samping peti mati sudah tersedia meja kecil yang dilengkapi dengan kertas dan pulpen. Pasien yang berada di peti mati akan mendengarkan ceramah singkat dari Jeong Yong-mun, yakni mantan pekerja makam yang kini menjadi kepala pusat penyembuhan.

Dalam ceramahnya, Jeong menjelaskan bahwa para pasien harus menerima masalah mereka sebagai bagian dari kehidupan, dan mencoba untuk menemukan sukacita dalam situasi yang paling sulit.

Kemudian para pasien berbaring di peti mati sambil menutup mata mereka. Setelah itu, mereka menuliskan keinginan mereka atau surat perpisahan untuk orang-orang yang mereka cintai dan membaca kata-kata terakhir mereka di ruangan tersebut. Lalu mereka ditinggalkan sendirian dalam kegelapan selama 10 menit, sambil merenungkan kehidupan dari perspektif orang di luar.

Ketika mereka usai keluar dari peti mati, mereka mengaku merasa bebas dan segar. Jeong kembali memasuki ruangan dan memberitahu bahwa "Anda telah merasa seperti dalam kematian. Anda masih hidup dan Anda harus berjuang."

Unik juga ya.

Liputan6.com

Tags :


You must be logged in to comment.