Mochi, dari Pindah Tangan Jadi Buah Tangan

Mochi, dari Pindah Tangan Jadi Buah Tangan

23 Jun 2016   |   By Karolina Ketaren   |   1513 Views

Coklatkita.com- Sobat Coklat mungkin sudah tidak asing lagi dengan makanan bernama kue mochi. Bahkan saat ini mochi sudah banyak variasinya baik dari segi rasa maupun isinya Sobat Coklat. Berasal dari Kota Sukabumi, mochi ini menjadi buah tangan yang banyak diburu wisatawan domestik Sobat. Dari namanya saja, kamu sudah bisa menyimpulkan kalau makanan ini bukan warisan dari penduduk asli Sukabumi. Jadi bagaimana mochi bisa menjadi makanan khas dari daerah ini? Begini ceritanya Sobat!

Dari banyak penuturan lokal yang beredar, makanan ini mulai diperkenalkan di masa penjajahan Jepang di Sukabumi Sobat. Kala itu, banyak dari pribumi yang menjadi pekerja dapur di barak militer Jepang atau Politie School. Daerah kemiliteran masa lalu ini sekarang dikenal dengan nama Sekolah Calon Perwira (Secapa) Sobat Coklat. Saat ini tak jauh dari kawasan Secapa yang terletak di Jalan Bhayangkara, terdapat sentra mochi di salah satu gang bernama kaswari.

Etnis Tionghoa Sukabumi
Ilustrasi Etnis Tiongkok masa lalu

Nah Sobat, di samping asumsi kalau mochi ini adalah warisan tentara jepang, ada juga yang berkata lain. Kue mochi dinyatakan oleh Didin Syamsudin sebagai pemilik Mochi Rejeki merupakan warisan dari etnis Tionghoa. Menurut penuturannya, di tahun 1970 saat dirinya sudah berprofesi menjadi pedagang kelontong, terdapat satu-satunya toko mochi di Kota Sukabumi bernama Mochi Garuda. Dan saat ini,  Ia pun menggeluti bisnis ini Sobat Coklat. Kedua toko mochi baik miliknya juga Mochi Garuda menempati kawasan yang sama di daerah jalan Otista Sobat Coklat.

Dari kedua pendapat tadi, sejarah terkuat mengenai mochi yaitu berasal dari etnis Tionghoa. Akibat krisis ekonomi yang dialami Indonesia dulu, mereka menekuni usaha ini di Sukabumi. Nah, pasti kamu sudah pernah mendengar bukan bahwa di zaman orde baru etnis ini sulit mendapatkan kesempatan untuk berkerja di bidang pemerintahan. Untuk menyambung kehidupan, akhirnya etnis Tionghoa menekuni usaha rumahan ini dan memasarkannya di kota ini Sobat.

Mochi Kaswari
Kegiatan produksi kue mochi di salah satu sentra mochi di Gang Kaswari, Kota Sukabumi

Satu fakta lain, meski mochi itu dianggap warga Sukabumi berasal dari kedua negara yang berbeda, ternyata mochi Sukabumi punya kekhasan lain. Yang pertama, mochi ini dibungkus secara khas dengan kotak yang berasal dari anyaman bambu. Yang kedua terletak pada isinya Sobat, makanan bertekstur kenyal ini mempunyai isian tumbukan kacang tanah yang ditumbuk halus bersama gula pasir Sobat. Mochi ini ternyata tidak sama persis dengan mochi dari Jepang. Dahulu kue ini menjadi makanan khas yang tersaji di acara-acara etnis Tionghoa, namun sekarang kamu bisa menjumpai makanan kapan saja Sobat Coklat!

Sudah mencoba makan mochi Sobat Coklat? Jika belum, yuk kita main ke Kota Sukabumi!

Diolah dari berbagai sumber

Gambar: komunitasaleut.com, foodgaleri.files.wordpress.com, dan travel.detik.com

Tags : Mochi , Mochi Kaswari , Oleh-oleh Sukabumi


You must be logged in to comment.