Ranah Minang, Kampuang Nan Jauh Dimato

Ranah Minang, Kampuang Nan Jauh Dimato

4 Jul 2018   |   By Reny Tanjung   |   503 Views

Coklatkita.com- Kampuang nan jauh di mato
Gunuang sansai bakuliliang
Den takana jo kawan, kawan lamo
Sangkek den basuliang suliang
Panduduaknya nan elok nan
Nan suko bagotong royong
Sakik  sanang samo samo diraso
Den takana jo kampuang
Takana jo kampuang
Induak ayah adiak sadonyo
Raso mahimbau himbau den pulang
Den takana jo kampuang

Lirik lagu dari Minang yang begitu populer ini siapa yang ga pernah mendengarnya? Rasanya mustahil jika ada diantara sobat coklat belum pernah sama sekali mendengar lagu kampuan nan jauh dimato.

Lagu ciptaan A. Minos ini pada era 50-an dipopulerkan oleh Oslan Husein dimana pada saat itu menjadi salah satu lagi yang paling populer. terlahir di Padang - Sumatra Barat, 8 April-1931 (meninggal di Jakarta, 16 Agustus 1972) Oslan merupakan seorang menyanyi sekaligus aktor Indonesia. Lagu tersebut kemudian dipopulerkan lagi  pada era 90-an oleh Chikita Meidy seorang penyanyi kelahiran Jakarta, 22 Oktober 1990 yang memiliki darah Minang. 

Kebudayaan masyarakatnya yang mayoritas perantau, lagu ini rasanya menjadi salah satu lagi daerah yang terkenang di hati para perantau saat rindu dengan kampung halaman. Seperti dalam liriknya yang menggambarkan keindahan alamnya “Gunuang sansai bakuliliang” dan teman-teman lama dengan Suling yang bersahut-sahutan “Den takana jo kawan, kawan lamo Sangkek den basuliang suliang” dengan penduduk yang baik dan juga suka bergotong royong susah dan senang dirasakan bersama membuat kerinduan akan kampung halaman seakan tidak terbendungkan "Panduduaknya nan elok nan, Nan suko bagotong royong, Sakik  sanang samo samo diraso, Den takana jo kampuang". Kerinduan terbesar tentu saja kepada ayah ibu dan saudara yang selalu bersama dan harus terpisah saat diri harus merantau jauh dari kampung halaman “Takana jo kampuang, Induak ayah adiak sadonyo, Raso mahimbau himbau den pulang, Den takana jo kampuang“.

Sobat coklat yang sedang jauh dari kampung halaman mungkin bisa sangat terasa rindu jika mendengarkan lagu ini dengan seksama, lagu yang mengisahkan realitas di ranah minang dimana para pemuda memang harus meninggalkan kampung halaman bukan hanya faktor ekonomi, merantau juga bisa menandakan bahwa si perantau sudah dewasa berani menghadapi kehidupan yang lebih luas lag dan juga pencarian jati dirinya. Bisa kita lihat sob di seluruh Indonesia ini pasti akan kita temui perantau-perantau dari Minang. Nah sob yang keren dari perantau Minang ini durasi merantaunya tidak hanya setahun atau dua tahun bahkan bisa jadi seumur hidupnya berada di perantauan dan hanya pulang untuk sekedar menjenguk keluarga tercinta hingga menemukan pasangan hidup di perantauan dan memiliki keturunan di perantauan dan diantara orang-oang yang sobat kenali pasti ada teman yang memiliki darah Minang. Tapi dari semua kebahagiaan yang didapatkan di perantauan para perantau pasti akan selalu rindu akan kampung halaman. Kampuang nan jauh dimato.

foto : www.wisnutri.com

Tags :


You must be logged in to comment.