Kartu 01 Para Pemuda Pejuang Kebaikan

Kartu 01 Para Pemuda Pejuang Kebaikan

2 weeks ago   |   By Franco Londah   |   91 Views

Kartu 01 diresmikan  pada bulan April 2018. Berjalan selama delapan bulan dengan kepengurusan yang baru, semangat baru dan visi-misi yang kuat. Kunjungan Sobat Cokklat ke kawasan Keelurah Bojongloa Kaler mengantar jurnalis kami bertemu dengan Ketua KArangng  Taruna daerah tersebut. Dia adalah Arif Rahman atau dikenal oleh pemuda-pemudi setempat; Arif Talez. Menurutnya, pembaharuan itu penting dan hal tersebut berimbas positif di kalangan pemuda-pemudi asalkan tidak kaku dan fleksibel sifatnya disesuaikan dengan semangat kaum muda. Bukti nyatanya adalah bagaimana kepengurusan Karang Taruna mampu  memberi dampak positif bagi warga Kelurahan Babakan Tarogong Bojongloa Kaler meski terbilang seumur jagung dari awal dirresmikannya. Kartu 01 memiliki rencana kerja yang terbagi menjadi dua bagian, dengan target jangka pendek dan jangka panjang.  "Program kerja terbagi menjadi dua. Jangka panjang dan jangka pendek. Sekitar dari (awal diresmikan) bulan april, masuk ke bulan puasa ada dari program jangka pendek ada gerakan pungut sampah ditambah dengan bagi-bagi takjil," ujar Arif memulai percakapan dengan Coklatkita.

Dengan kepengurusan yang baru ada 20 orang dengan simpatisan 25 orang. Kisaran umur 20 tahunan keatas semakin solid bertaji, terutama menyangkut lingkungan, berkesenian dan budaya.  Seiring berjalannya waktu, kerja sama hasil rembukan memunculkan beberapa program . Salah satunya me-mural tembok warga yang diakui oleh Arif, mencontoh gang berwarna di kawasan Cibunut atas inisiatif Karang Taruna  RW 07 dipimpin oleh RT 05 - Mang Ibo. Memoles kawasan kumuh tersebut menjadi 'bersahabat' sehingga akhirnya dikenal luas di mancanegara melalui gerakan ramah lingkungannya, yakni program bank sampah,  Oh Darling 'Orang Hebat Sadar lingkungan' dan aktifitas biopori di setiap halaman warga nya. Bersolek nya kawasan Cibunut, mnejadi sumberinspirasi utam Arief memajukan daerahnya melalui tiga ha yang disebutkan di awal paragraf.

Arif Tales yang mengaku berprofesi sebagai pekerja swata menjelaskan, beragam program dan rencana kerja dilahirkan dari keinginnanya mengembangkan potensi daerah kelahirannya ujar pemuda berumur 29 tahun tersebut tinggal. "Saya lahir dan tumbuh besar disini, di RT ini di RW ini, saya ingin berkontribusi. saya ingin memaksimalkan potensi daerah saya. Saya yang sekarang, bukan saya yang masa lalu. Hal yang buruk yang pernah saya lakukan, 180 derajat dirbuah menjadi  hal yang baik." Hal positif itulah yang ia coba  tularkan ke teman-teman yang lain, "percuma banyak orang (pemuda) tapi tidak bermanfaat".

Banyak kegiatan positif lain yang Arief bersama Kartu 01 harapkan dapat terealisasi. Salah satu contoh, seksi lingkungan hidup Kartu 01 bertanggung jawab dalam mencanangkan program lingkungan hidup, beberes RT, penghijauan daerah dan menggalakan pelatihan-pelatihan ramah lingkungan. Program tersebut sesuai dengan wilayah Bojongloa Kaler yang termasuk dalam lingkungan padat penduduk. Arief menambahkan, "Kebutuhan setiap RT akan berbeda-beda, akan disesuaikan juga dengan sumber daya manusia nya," tutur Arief saat ditemui di gelaran Sehari Bersama Cokklat Kita Sadang Serang. Arief sengaja datang bersama anggota Kartu 01 yang lain bersilaturahmi dengan kawan-kawan dari Karang Taruna KEL. SADANG SERANG KEC. COBLONG KOTA BANDUNG - Sabtu (17/11).

Selain bersolek dan meuwujudkan lingkungan tempat tinggalnya menuju lebih baik lagi. Arief pun menyampaikan, bahwa hal itu tidak akan terwujud tanpa visi dan misi yang jelas. Maka dari itu pulalah, setiap kali ada kegiatan seperti bermitra dengan Sobat Coklat dapat membantu tercapainya  visi dan misi Kartu 01, "Agak panjang kalo visi dan misi, intinya berkaitan dengan pengelolaan bank sampah, memandirikan karang taruna dari aspek finansial secara mandiri dengan membentuk UMKM sendiri. Sebagai langkah awal melalui penjualan atribut Kartu 01 dan terakhir pengelolaan event  baik itu berhubungan dengan berkesenian, berkebudaayan, lingkungan dan agama."

Aspek lainnya, melihat begitu progresifnya Kartu 01 dalam cara bersosialisasi demi menggalakan budaya keberesamaan dan gotong royong dalam setiap sendi kegiatan nya tidak menggunakan paksaan dan dilakukan sukarela. Semua atas dasar kesadaran sendiri dan inisiatif. "Kalo kita ingin merubah orang rubah dulu diri pribadi. untuk apa berbuat untuk orang lain tetapi diri sendiri masih melakukan hal yang negatif. Dihubungkan dengan Kartu 01, setiap individu tidak ada paksaan dan bergerak atas dasar kemanusiaan," tegas Arief lalu menyambung keinginnannya untuk, "memanusiakan diri sendiri, baru merubah orang lain. Lebih ke pola pikir dan mindset. Itu yang coba saya terapkan. Dimulai dari diri sendiri terlebih dahulu, sisanya akan mengikuti. Anda bantu  saya. Saya Bantu anda," tutur Arief yang hobi futsal ini.

Alur perbincangan kami sedikit lebih serius meski tetap diselingi bumbu candaan khas Sunda tetap ada, sambil menikmati panggung SBCK dengan penampil Mang Saswi dengan celetukkannya bodor (lucu-red) menghibur warga Sabtu malam di lapangan Jalan Perintis Sadang Serang.

Disinggung apa Kartu 01 memiliki 'rules' atau aturan tertentu, Arief menyatakan bahwa ada semacam adat istiadat yang harus dipatuhi calon anggota nya. Memiliki sifat loyal ke organisasi dan berkontribusi terlebih dahulu ke Karang Taruna.  Ada semacam perjuangan tidak langsung yang wajib dilakukan anggota baru yang jadwal pendaftaran dibuka setiap tiga bulan sekali. Tidak hanya selektivitas dalam penerimaan anggotanya, pengunaan logo berbentuk Scope pun memiliki filosofi dan makna,"Filosofinya logo Kartu 01 adalah Scope. Yang artinya adalah raja dari semua kartu. Kekuatan," ujar Arief menegaskan. Lalu ada bentuk tangan yang menggambarkan persembahan, jika diartikan secara umum merupakan pengabdian kepada warga sekitar . Menjadi 'berarti' dan berimbas positif bagi sekitarnya. Selain Moto mereka yang mirip dengan moto kota Bandung periode lalu; "Kartu-01 JUARA".

Ditanya ihwal awal terjun menjadi aktif di Karang Taruna, jauh sebelum dirinya menjabat sebagai ketua Kartu 01, Arif sempat membuat sekolah futsal bernama Futsal Kurma club lalu kemudian keluar tidak lama dari struktur manajemennya dikarenakan suatu dan lain hal. Selain masa kelam nya dulu, dan keinginnan kuatnya merubah stigma buruk pemuda-pemudi di tempat ia tinggal. Berdasarkan pengalaman pribadi itu pula, niatan Arief kedepannya Kartu 01 dapat membangun sekolah gratis futsal dan dikembangkan oleh anggota Kartu 01 itu sendiri. "Semua anggota dapat belajar banyak hal, karna akan diwajibkan dari setiap anggota memegang jabatan yang sesuai dengan potensi diri dan keinginnan maing-masing dari anggota, Pengelolaan dibawah tanggung jawab Kartu 01," tambahnya. Adapun yang sudah berjalan semenjak Agustus tahun 2018, beberapa turnamen futsal antar RT saja. Selain menjadi tempat belajar membangun bisnis untuk menghidupi diri dengan cara halal dan menghindari kegiatan-kegiatan negatif sahutnya.

Ditanya apa sebenarnya tujuan Arief sampai rela berkontribusi besar memajukan potensi daetrah dan Kartu 01 sebagai mediumnya - ia menyampaikan, "saya berusaha ingin mengembangkan di Karang Taruna 01 atau Kartu 01 ini tidak hanya soal keduniawian. Selain ingin menambahkan kajian malam memperdalam spiritual". Menurutnya, sisi rohani pemuda merupakan bagian penting bagaimana akhirnya anak muda tersebut tumbuh besar kelak. Beberapa  anggota terkadang masih sungkan atau malu untuk hadir di Masjid, Alasanya karna baju kotor dan hal klise lainnya. "Jangka pendeknya sih ingin buat kajian malam, dan ga perlu repot harus dan wajib di masjid. Rencana mau buat di pinggir jalan. Tabligh Akbar gitu." Masih menurut Arief, "pemuda itu tidak selamanya jadi pemuda, kelak dia bakal jadi seorang bapak nantinya.  Kedepannya harus ada tujuan. Karna para pemuda yang kemarin itu akan tumbuh  dan menua. Sudah harus mulai mikir. Bukan lagi kumaha engke (gimana nanti-red) tetapi engke kumaha (nanti gimana-red)." Arif pun menyampaikan bahwa pekerjaan rumah Kartu 01 masih sangatlah banyak. Perlu dibenahi dari berbagai lini namun meningkatkan yang sudah ada dan berjalan beriringan bermitra bersama Sobat Coklat menjadi langkah awal baik dan dijadikan motivasi bagi Arif beserta anggota Kartu 01 lainnya.

Arief menambahkan, bahwa dalam waktu dekat bidang seni dan budaya menjadi target utama Kartu 01. Dikutip dari ucapan Arief, masukan dari anggotanya merealisasikannya sekolah tentang alam. Ingin juga membuat sekolah musik dimana pencinta seni dibuatkan ruang, diantaranya melukis, seni tari, band disertai dengan pelatihan-pelatihan dari pelaku seni nya langsung yang kompeten di bidangnya..

Menyesuaikaa potensi dengan porsi kapasitas masing-masing individu ujarnya. Sederhananya seperti yang disampaikan oleh Arief sendiri, "ketika ingin merubah dunia, merubah seseorang, rubahlah diri sendiri. tujuan kita". Arief bersama dengan Kartu 01 yang dibina nya, ingin menularkan virus semangat kepemudaan bagi Karang Taruna lain di kota Bandung, menjadi contoh pemantik yang baik. Pionir dalam segala hal positif untuk membangun wilayah tempat mereka tinggal ke arah yang lebih baik. Pesannya untuk Karang Taruna lain dimanapun kalian berada, "Saya enggak mau somobong, karna masih banyak yang perlu dibenahi tetapi saran saya mah buat tarka lain, tetap semangat aja dan pantang menyerah untuk melakukan perubahan yang baik. Sebenarnya banyak hal yang mempengaruhi untuk menjadi individu yang lebih baik dalam. Untuk awal sajah, bisa dimulai dari sendiri, orang terdekat, lingkungan, keluarga, dan negara. Selaraskan dulu pikiran pola pikir para pemuda untuk hal yang positif, Inshaalah  tujuan akan tercapai." tutupnya menyudahi perckapan kami malam itu. Harapannya, bermitra dan kerja sama dengan Sobat Coklat tidak berhenti disini saja.

Mengutip sedikit dari mantan presiden Amerika Serikat , Theodore Rosevelt; Jangan sampai sebuah bangsa menyiapkan masa depan pemudanya, sebaliknya, para pemudalah yang mesti menyiapkan masa depan bangsa. sosok pemuda yang dapat melakukan akselerasi perbaikan bangsa. Akselerasi tersebut dapat terwujud melalui tindakan nyata dan peran yang dapat mereka berikan kepada bangsa ini. Jauh sebelum Indonesia merdeka, pemuda sudah berpeluh keringat perjuangan atas nama rakyat demi kemerdekaan. ntuk itu lah di hari depan bangsa ini pemuda lah yang menjadi tumpuan agar bangsa ini menjadi lebih baik. pemuda ditekankan mampu menjadi tulang punggung bangsa . Harapan masa depan dan realitas kepemudaan adalah pekerjaan rumah. semua pihak yang harus tertuang dalam rencana strategis jangka panjang baik oleh pemerintah maupun semua komponen bangsa ini. Pemuda adalah harapan, dan harapan ada di tangan para pemuda.

 

 

Tags :


You must be logged in to comment.