Temui Kampung Jawa di Thailand

Temui Kampung Jawa di Thailand

13 Oct 2015   |   By Alfan Baedlowi   |   1244 Views

Coklatkita.com- Pernahkah Sobat Coklat mendengar atau bahkan menemui orang-orang Jawa yang ada di Thailand? Mungkin banyak dari Sobat Coklat yang mengatakan iya, tapi berbeda dengan apa yang ada Kota Bangkok. Ternyata kampung Jawa benar-benar ada tengah ibukota ‘Negeri Gajah Putih’ itu.

Slamet beserta belasan warga Kampung Dayat lainnya, menyambut kami. Sambutan mereka benar-benar membuat kami teringat akan tanah air.

“Aku asli Thai. Bapakku Kendal. Jawa. Yo mangan ” ujar Slamet yang berusia 75 tahun ini sembari terkekeh dalam perbincangan di serambi masjid Kampung Jawa yang ada di daerah Sathorn, Bangkok.
Slamet adalah keturunan kedua yang tinggal di Kampung Jawa. Sampai saat ini umumnya yang tinggal di Kampung Jawa adalah keturunan ketiga dan keempat. Seluruh warga Kampung Jawa memeluk Islam.

Sobat Coklat harus tahu bahwa keberadaan Kampung Jawa yang berpenduduk sekitar 3.000 orang di tengah kota Bangkok jelas mengundang banyak pertanyaan. Apalagi ternyata diketahui, lahan Kampung Jawa itu merupakan pemberian dari Kerajaan Thailand.

Semua ini bermula dari kunjungan raja Thailand, Chulalongkorn ke Jawa pada tahun 1896. Kala itu, sang Raja meminta bantuan kepada raja-raja di Jawa, untuk mengirimkan pemahat dan pekerja untuk membangun bangunan kerajaan baru. Raja Chulalongkorn menyatakan akan menyediakan tempat tinggal untuk para pekerja ini.

Belum begitu jelas mengapa para pekerja tersebut tidak kembali ke Indonesia, setelah pekerjaan selesai. Ada informasi yang menyebutkan mereka memilih menetap daripada kembali ke Indonesia yang masih dalam cengkeraman Belanda. Namun ada juga fakta sejarah yang menyebutkan periode 1920-1945, kondisi perpolitikan Indonesia tengah carut marut. Hal itu membuat para WNI yang berada di luar negeri tidak bisa pulang.

Seperti yang terjadi pada Irfan Dahlan, putra dari KH Ahmad Dahlan pendiri Muhammdiyah. Irfan yang pada 1924 menyeberang ke Pakistan untuk belajar, tidak pernah bisa kembali lagi ke tanah air. Dia terpaksa menetap di Thailand bergabung dengan koloni asal Indonesia lainnya, di Kampung Jawa. Setelah, Indonesia merdeka, Irfan Dahlan pernah berkesempatan untuk pulang ke Jawa, ketika Presiden Soekarno menyematkan gelar Pahlawan Nasional untuk KH Ahmad Dahlan dan Nyai Ahmad Dahlan.

Yang disayangkan adalah, hanya segelintir dari warga Kampung Jawa yang masih bisa berbahasa Jawa, atau Bahasa Indonesia. Kebanyakan warga lain yang kami temui, hanya bisa berbahasa Thai.

“Sudah jarang yang memakai bahasa Indonesia apalagi bahasa Jawa. Kami sehari-hari menggunakan bahasa Thai ” ujar Marifah yang bisa berbahasa Indonesia lancar karena bekerja di KBRI Bangkok ini.

Meski begitu sisa-sisa budaya Jawa tetap mengakar di kampung Jawa, tak sebatas pada nama kampung semata. Makanan khas Jawa seperti nagasari dan ambengan nasi kuning masih eksis.

Begitu saya mencoba nagasari yang dihidangkan oleh warga, rasanya persis seperti nagasari di Yogyakarta atau Solo. Begitu juga dengan buah pisang yang menjadi ‘inti’ dari makanan tersebut.

Jangan ragu untuk mengunjungi kampung Jawa di Tahiland ini ya Sobat Coklat.

Detik.com

Tags :


You must be logged in to comment.