Berkarya dengan Limbah Styrofoam

Berkarya dengan Limbah Styrofoam

14 Aug 2018   |   By Reny Tanjung   |   495 Views

Sobat coklat pasti sering melihat atau mendengar kan miniatur air terjun atau kolam dengan pemandangannya sebagai hiasan dirumah? Nah jika biasanya miniatur tersebut terbuat dari plastik atau semen lain halnya dengan miniatur yang dibuat di Desa Mekarjaya kec. Cihampelas kab. Bandung Barat. Di desa ini terdapat seorang warga yang dengan kreatifnya membuat miniatur air terjun dari bahan dasar limbah styrofoam bernama Bapak Hendri.

 

Ide pembuatan miniatur dari limbah styrofoam ini terbilang cukup baru dilakukan oleh pak Hendry setelah ia melihat banyaknya limbah styrofoam di sungai Citarum yang mengaliri desa tersebut. Dengan adanya slogan Citarum Harum warga berupaya membersihkan Sungai Citarum salah satunya dengan cara membakar limbah-limbah yang terdapat disana seperti styrofoam, plastik dan berbagai limbah lainnya. Namun pembakaran bukan solusi tepat untuk membersihkan limbah karena bahaya dari asap yang dihasilkannya cukup berbahaya untuk kesehatan.

 

Miniatur yang dibuat oleh pak Hendry selain berbahan dasar limbah styrofoam juga  berbahan semen sebagai pelapis, kain bekas, botol bekas, bebatuan sungai, cat, tanaman bonsai, ranting hingga akar. Kolaborasi dari bahan-bahan tersebut menghasilkan sebuah karya yang indah dan pastinya semakin memperindah ruangan.

 

Proses pembuatannya nampak memiliki kesulitan tersendri dengan membutuhkan kreatifitas yang baik untuk membentuk setiap detail yang ingin dihasilkan dalam pembuatan miniatur ini dan pengerjaan untuk setiap miniatur air terjun menghabisakan waktu hingga 4 hari lamanya.

 

Sebagai seorang yang berprofesi sebagai guru Agama dan tanpa pelatihan keterampilan, bakat pak Hendri berhasil berkembang hingga bisa menghasilkan karya yang disukai orang-orang dan tentunya bisa sedikit membantu mengatasi persoalan limbah styrofoam yang  cukup sulit diatasi.

 

Semoga akan ada banyak pak Hendri lainnya yang bisa membuat karya-karya dan mengatasi persoalan lingkungan dalam satu gebrakan.

Tags :


You must be logged in to comment.